Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 07 November 2011

Perjuanganku Hanya Dipandang Sebelah MATA

      Begini, aku mengakui akan kesalahan-kesalahan yang aku perbuat, iya aku memang salah! Tapi aku hanya meminta tolong kepada kalian yang menghakimiku secara langsung dan di depan mataku tolong jangan
pandang itu sebelah mata, dan tolong jangan pandang itu hanya karena perbuatanku, karena tidak semua kesalahan itu aku yang melakukannya. Seperti kejadian tadi pagi, aku melakukannya karena aku kehilangan rokku jadi aku mencarinya, apa daya orang yang bekerja di rumah? memang aku akui aku sudah besar dan sekarang aku duduk di kelas 2 SMA, sudah seharusnya aku yang menyusun bajuku sendiri, tapi selama ini dan sampai sekarang ini.! Aku yang menyusun baju-bajuku! Dan setiba aku mau menyusun pakaianku, aku tidak menemukan pakaianku yang akan kususun, karena tidak kutemukan dan aku hanya melihat itu belum pantas disusun karena masih terbengkalai di keranjang pakaian yang belum di setrika, aku memutuskan untuk bermain di depan komputer. Kau tau? kalau hari minggu kemarin aku benar-benar lelah? kegiatan-kegiatan itu wajib aku lakukan sehingga aku pulang jam 7 lewat pada malam hari, dan aku sudah meminta izin dari kalian. Karena aku terlalu lelah sampai di rumah aku mandi dan langsung tertidur. Dan paginya aku tidak mengira hal yang menyakitkan itu terjadi.
        Aku bukan merasa RATU yang selalu kau ucapkan kepadaku! Apa kau tau aku hidup hanya demi membanggakan kalian?! Aku mengikuti semua kehendak kalian?! Dan kalian??! aku ingin bertanya, apa kalian pernah mendengarkan keinginanku??! TIDAK! apalagi yang harus kulakukan? aku berjuang untuk memahami kalian, aku berjuang sekuat-kuatnya! Dan hasil yang aku dapat kalian hanya memandangku sebelah mata. Bukannya aku tidak menerima kalian yang memarahiku tapi aku melakukan kesalahan itu bukan karna aku sendiri. Kau kira anakmu itu tidak pernah melakukan kesalahan yang sama sepertiku? Dan apakah kau tahu? Dampak yang dilakukan itu mengenai diriku, sehingga aku yang menjadi tumbalnya, aku melakukan kesalahan, dampaknya sangat sedikit dan jarang sekali anakmu itu yang terkena masalahnya.  Jadi tolong jangan begitu, aku sadar aku siapa. Dan terkadang di benakku muncul hal dan perbuatan yang tidak pantas untuk aku lakukan terhadap kalian semua, tetapi aku berusaha untuk tidak melakukan semua itu dan yang kulakukan adalah menjadi seorang anak perempuan yang bersikap baik, tunduk, taat, dan mengikuti perkataan orang tua, dan semua itu tidak mudah karena banyak hal yang aku perbuat untuk menggapai cita-citaku dan bakat serta minatku, banyak hal yang ingin aku perbuat untuk menghasilkan buah yang sangat baik, tetapi itu tidak bisa aku lakukan, itu tidak bisa aku perbuat karena aku terhadang oleh kalian, karena keinginan dan kehendak kalian yang selalu aku ikuti.
        Kalian tahu aku begitu tertekan di sini, dan aku juga sudah tahu jawaban dari kalian apa , "TIDAK"  Kalian hanya seenaknya berbicara dan memarahiku! Kalian seenaknya saja menghakimiku, kalian seenaknya saja menuduhku tanpa mengetahui semua itu benar. Apa kalian tidak berfikir bahwa semua itu ada penyebabnya dan apa kalian tidak menggunakan akal sehat kalian itu? Karena apa yang mereka bicarakan belum tentu benar! Coba kalian tanyakan baik-baik atau kalian bicarakan hal yang menjadi permasalahan tersebut denganku, aku tidak akan berbohong, dan ini tidak kalian hanya langsung memacu emosi kalian dan memarahiku dengan sesukanya tanpa memikirkan perasaanku, dan seolah-olah aku itu selalu salah, kalian tidak pernah mempercayaiku, kalian tidak pernah mendengarkan perkataanku karena kalian hanya memandangku sebelah MATA! Apakah kalian tahu aku paling enggan jika aku menginginkan sesuatu dan aku langsung memintanya kepada kalian? aku sudah tahu jawabannya, TIDAK.
Hanya saja aku tidak ingin merepotkan kalian semua, aku berusaha untuk menghemat sendiri uang jajanku untuk mendapatkan barang yang aku butuhnkan. Kau dengan mudah berbicara begini "Kalau ada yang mau di beli bilang saja nanti saya berikan uangnya." Timbul perasaan dan pikiranku bahwa kau adalah orang yang baik, tetapi sekali aku minta, kau berkomentar, kau susah untuk mengeluarkan uang itu. Jangan kau anggap aku percaya kepada kalian semua! Di jaman ini tidak ada manusia yang tidak berwajah dua, bahkan paling minimum mereka memiliki dua wajah, bahkan lebih!
        Begini, bagaimana aku bisa mempercayai kalian sedangkan kalian tidak mempercayaiku? tolong katakan apalagi kesalahanku. Apa kalian tidak pernah merasa bahwa kalian itu memiliki kehidupan yang sangat menyenangkan? sehingga kalian tidak tahu apa rasanya pulang sekolah dengan berjalan kaki  dan di selimuti oleh cahaya matahari yang sangat sangat hangat sampai kau merasakannya di tulangmu? setidaknya kau paham dengan keadaanku, kau lihat di raut wajahku yang merasakan hal tersebut, kau lihat bagaimana keadaanku dan apa yang harus kalian lakukan, apakah langsung mengucapkan kata-kata yang menusuk hatiku atau kalian berbicara dengan tenang dan tidak memicu emosi kalian? Aku hanya mengalah karena aku hanyalah anak kecil yang tidak akan menang melawan orang tua seperti kalian, aku ingin membela diriku sendiri dengan cara mengucapkan hal-hal yang menjadi permasalahan ini. Tapi sepertinya percuma,
kalian hanya bisa memandangku sebelah mata dan tidak akan memahamiku serta tidak akan mendengarkanku. Aku sangat lelah dengan semua ini. Sempat terlintas oleh benakku jika aku 
mendengar suara sirine ambulan, atau suara pembaca berita di televisi yang membacakan berita duka , bahwa bagaimana jika aku yang menjadi orang yang tergeletak di tandu tersebut, baik itu di dalam ambulan maupun dalam berita televisi yang kudengar. Tapi apalah dayaku? apalah daya seorang gadis yang masih berusia belasan? 



NB: Maaf jika kalian merasa tentang hal di atas itu curahanku.
                


Tidak ada komentar:

Posting Komentar